Sultan Mehmed II, Penakluk Konstantinopel dan Pemimpin Besar Kekaisaran Ottoman

Jumat 03-11-2023,20:45 WIB
Reporter : M Farrel
Editor : M Farrel

BACA JUGA:Menggali Konflik Horizontal di Situs Megalitik Gunung Padang, Koin Mas nya Mau Dikemanakan !

Kebijakan Agama dan Multikulturalisme

Salah satu aspek penting dari kepemimpinan Sultan Mehmed II adalah kebijakannya terkait agama.

Meskipun ia seorang pemimpin Muslim, ia memperlakukan penduduk non-Muslim di wilayah kekuasaannya dengan adil dan hormat.

Ia memberikan kebebasan beragama kepada orang Kristen dan mendukung gereja-gereja Kristen Ortodoks.

Selama penaklukan Konstantinopel, ia meminta bantuan dari para imam Muslim dan pendeta Kristen dalam proses penyerahan kota, menunjukkan komitmennya terhadap toleransi agama. 

BACA JUGA:Tamparan Keras Dari Peneliti Situs Gunung Padang ke Jokowi, Perlindungan Terhadap Situs Bersejarah Diabaikan

Hal ini membuat Istanbul menjadi kota multikultural yang menerima banyak imigran dari berbagai wilayah.

Kematian dan Warisan

Sultan Muhammad Al-Fatih meninggal dunia pada tanggal 3 Mei 1481. Namun, warisannya tetap hidup dalam sejarah.

Ia adalah salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah Kekaisaran Ottoman dan menjadi tokoh penting dalam perkembangan dunia Islam.

Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmed II memiliki dampak luas dalam sejarah Eropa dan Timur Tengah.

BACA JUGA:Tawarkan Wisata Perkotaan yang Terjangkau di 5 Kota Ini di Dunia

Ia membuka jalan bagi penyebaran budaya dan pengetahuan Yunani-Romawi di Eropa, yang berdampak besar pada Renaisans Eropa.

Sultan Muhammad Al-Fatih juga dikenang sebagai pemimpin yang bijaksana, budayawan, dan pelindung seni dan ilmu pengetahuan.

Karya-karya besar yang ia dukung, seperti Majalah Bujukan, tetap menjadi saksi warisannya yang tak ternilai.

Kategori :