Kinerja Pj Gubernur Sumsel Dievaluasi Kemendagri

Kinerja Pj Gubernur Sumsel Dievaluasi Kemendagri

Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Foto: dok/disway.id.--

PALEMBANG, RAKYATEMPATLAWANG.DISWAY.ID - Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan evaluasi terhadap kinerja Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni, pada 10 program prioritas selama Triwulan I, dari 2 Oktober 2023 hingga 2 Januari 2024.

Dalam evaluasi tersebut, Inspektur Jenderal Kemendagri, Tomisi Tohir, menyampaikan apresiasi terhadap beberapa indikator nasional, seperti stunting, kemiskinan ekstrem, dan penanganan inflasi, yang dianggap sangat baik.

"Kami mengapresiasi kinerja Pak Gub di beberapa indikator secara nasional yang dibutuhkan sangat baik, yaitu stunting, kemiskinan ekstrem, penanganan inflasi dan lainnya," ungkap Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga mewakili Tomisi Tohir, Selasa (9/1/2024).

BACA JUGA:Polres Empat Lawang Sosialisasi DIPA TA 2024 dan Tandatangani Pakta Integritas

Lebih lanjut, Inspektur III Kemendagri, Elfin Ilyas, menyoroti penanganan inflasi di Provinsi Sumsel yang dinilai cukup rendah dengan angka 3,17 persen. Ilyas menyebut bahwa Palembang dan Lubuk Linggau sebagai kota penentu dalam pengukuran tersebut.

Apresiasi juga datang dari Inspektur IV Kemendagri, Arsan Latif, yang menyatakan kebanggaannya atas capaian dan prestasi Pj Gubernur Sumatera Selatan.

"Kami bangga pak, kami apresiasi terhadap banyaknya prestasi dan kinerja Pak Gubernur yang kami baca dari laporan ini data dan informasinya lengkap, langkah-langkahnya juga konkret," ujar Arsan.

BACA JUGA:Banyak yang Nggak Tau! Ini Raja Pertama yang Misterius, Asal-usul Rajamandala dalam Sejarah Tarumanegara

Inspektur II Kemendagri, Ucok Abdul Rauf Damenta, menyoroti kinerja tim Pj Gubernur Sumsel dalam menyelesaikan hasil evaluasi RJPBD Tahun 2005-2025 tepat waktu, mendapat apresiasi khusus.

Menyikapi apresiasi tersebut, Pj Gubernur Agus Fatoni mengucapkan terima kasih dan menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti setiap masukan.

"Kami sudah mencatat semua masukan dan perlu ditindaklanjuti. Ini sengaja kami membawa hadir kepala OPD, bupati dan wali kota agar langsung mendengar biar tidak ada miss dalam informasi biar segera ditindaklanjuti baik itu laporan maupun untuk kinerja. Ini akan kami tindaklanjuti segera," ucap Fatoni.

BACA JUGA:Wajib Diketahui, Ini Tempat Sakral dan Penuh Misteri Keajaiban Gua Hatusaka di Maluku

Terfokus pada penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan meningkatkan intensitas penanganan.

Saat ini, program orang tua asuh bagi anak yang menderita stunting atau termasuk dalam kategori kurang mampu telah diterapkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: