Bahasa Besemah Beraksara Ulu
Pemandangan perkebunan teh di kaki Gunung Dempo. Foto : IST/NET--
“Make make mudah kita ngicekkanye, dalam buku ini kah diguneka istilah surat ghincung baih, atau cukup nga kate surat saje,” tulis Sutiono dan Dewi di bab pertama.
BACA JUGA:Program Cagar Budaya Andalan Utama Disdikbud Pagaralam
Nama Jalan
Aksara Besemah sendiri sudah diterapkan ke pelbagai aspek, salahsatunya dalam penulisan nama jalan.
Di Pagar Alam, nama-nama jalan ditulis dengan aksara Besemah.
Tengok saja misalnya papan nama Jalan Air Perikan yang membelah kawasan Air Perikan Kecamatan Pagaralam Selatan.
Juga papan nama Jalan Kapten Sanap yang membelah kawasan Dempo Reokan Kecamatan Pagar Alam Utara.
Nama dua jalan tersebut ditulis menggunakan aksara Besemah.
Lalu di bawahnya juga ditulis nama jalan menggunakan aksara latin Bahasa Indonesia sehingga masyarakat umum bisa memahaminya.
BACA JUGA:Geber PPKD Inventarisir Aset Kebudayaan
Papan nama kantor Lembaga Adat Besemah di kawasan Koramil Lama juga ditulis dengan aksara Besemah dan latin sekaligus. (Rer)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: