Pulau ini juga menjadi tempat tinggal para raja, bangsawan, dan ulama yang berpengaruh di Nusantara.
BACA JUGA:Jika Berkunjung ke Babel Jangan Coba-Coba Menepuk Air di Kolong, Ini Alasannya!
BACA JUGA:Misteri dan Mitos Gunung Rinjani: Keajaiban yang Memikat di Setiap Puncak
Salah satu tokoh yang paling terkenal dari Pulau Penyengat adalah Raja Ali Haji, seorang sastrawan besar Melayu yang menciptakan Gurindam Dua Belas, sebuah karya sastra yang mengandung ajaran moral dan etika.
Raja Ali Haji juga dikenal sebagai penulis Tuhfat al-Nafis, sebuah buku sejarah yang mengisahkan tentang asal-usul dan perkembangan Kesultanan Riau-Lingga.
Menurut cerita, Pulau Penyengat memiliki nilai romantis yang tinggi, karena menjadi tempat mas kawin bagi Raja Mahmud Syah III dan Raja Hamidah, putri dari Yang Dipertuan Muda Riau.
Konon, pulau ini dinamakan Penyengat karena dihadiahkan oleh sang raja kepada permaisurinya sebagai tanda cinta.
BACA JUGA:Oh Ini Alasan Tidak Boleh Menolak Tawaran Makan di Bangka Belitung, Jangan Coba-coba Melanggar!
BACA JUGA:Misteri Hilangnya Trofi Jules Rimet, Dari Ulah Makhluk Astral Hingga Dijual di Pasar Gelap
Penyengat berarti sengat atau bisa, yang melambangkan kekuatan dan keteguhan hati.
Mitos di Pulau Penyengat
Selain sejarah, Pulau Penyengat juga kaya akan mitos yang menarik.
Mitos-mitos ini menambahkan nuansa mistis pada pulau ini, yang membuatnya semakin menantang untuk dieksplorasi.
BACA JUGA:Inilah 8 Mitos di Kepulauan Bangka Belitung, Diantaranya Ada Tarsius Sakti dan Antu Bubu, Apa Itu?
Beberapa mitos yang beredar di kalangan masyarakat setempat adalah sebagai berikut: