Siap Memasuki Masa Panen Padi Potensi Panen Menjanjikan di Kabupaten Empat Lawang

Siap Memasuki Masa Panen Padi Potensi Panen Menjanjikan di Kabupaten Empat Lawang

Kepala dinas pertanian kabupaten empat Lawang Hendra lezi:dok/Rel--

RAKYATEMPATLAWANG.DISWAY.ID - Kabupaten Empat Lawang, yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan, siap memasuki masa panen padi pada bulan Maret 2024.

Capaian Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Tambah Panen (LTP) padi yang tinggi pada Februari 2024, sebesar 1.924,5 hektare dan 1.553,5 hektare secara berurutan, menjadi indikator positif bagi potensi panen yang menjanjikan.

Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang, capaian tersebut adalah hasil dari upaya percepatan tanam yang dilakukan oleh petani setempat.

Hendra Lezi, Kepala Dinas Pertanian, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, serta pihak terkait dalam bentuk bantuan benih, pupuk, alat, dan mesin pertanian, serta penyuluhan.

BACA JUGA:5 Partai Bakal Dapat Kursi, Ini 7 Besar Perolehan Suara Parpol dan Potensi Caleg yang Bakal Duduk dari Dapil 6

BACA JUGA:Tiga Kursi Direbut PAN, Ini Lima Besar Perolehan Suara Parpol dan Potensi Caleg yang Bakal Duduk dari Dapil 5

"Percepatan tanam ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi di Kabupaten Empat Lawang, menjadikannya sebagai lumbung pangan di Sumatera Selatan," ungkap Hendra Lezi.

Sebagian besar lahan padi terkonsentrasi di kecamatan Pendopo, Lintang Kanan, dan Paiker, yang memiliki potensi besar menghasilkan padi berkualitas dengan daya hasil tinggi.

Hendra Lezi menekankan pentingnya stabilitas hasil panen di seluruh kecamatan, termasuk di Kecamatan Tebing Tinggi, Muara Pinang.

Harapannya, produksi tidak terganggu oleh faktor cuaca, hama, atau penyakit.

BACA JUGA:Urutan Jumper Aki Mobil yang Tepat dan Aman Saat Waktu Mudik

BACA JUGA:Begini Perawatan Aki Basah untuk Meningkatkan Umur Pakainya Biar Tidak Cepat Tekor

Henra Lezi juga memastikan bahwa padi yang dihasilkan aman dan sehat untuk dikonsumsi, sambil mengimbau petani untuk menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya dalam budidaya.

"Padi bukan hanya melimpah, tapi juga berkualitas dan bernilai tambah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: