Ekonomi Masih Lesu, Produsen Cincau Keluhkan Turunnya Permintaan Pasar

Ekonomi Masih Lesu, Produsen Cincau Keluhkan Turunnya Permintaan Pasar

CINCAU: Produsen Cincau di Tebing Tinggi, Abdul Haris saat di pabrik pengelolahan Cincau miliknya, Selasa (28/3/2023). Foto: Andika/REL--

EMPAT LAWANG, RAKYATEMPATLAWANG.DISWAY.ID - Pekan pertama bulan Ramadhan 1444 Hijriah (H), perputaran ekonomi di Kabuapaten EMPAT LAWANG, belum begitu terlihat gairahnya.

Ada banyak faktor penyebab, salah satunya kondisi cuaca yang belum begitu stabil, menjadi salah satu faktornya, terutama di Kecamatan Tebing Tinggi

Disamping bukan musim panen, seperti musim panen durian pada Ramadhan kali ini, kondisi curah hujan cukup tinggi akhir-akhir ini, membuat kesulitan warga untuk beraktifitas mencari nafkah.

BACA JUGA:BSI Resmikan Masjid di Bakauheni, Perkuat Kontribusi untuk Pertumbuhan Ekonomi

Maklum, mayoritas masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, sangat bergantung pada pertanian dan perkebunan seperti karet dan sebagainya, yang sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca.

Lesunya perekonomian ini, juga dirasakan produsen Cincau. Seperti yang disampaikan salah seoramg produsen Cincau, Abdul Haris yang mengaku turunnya produksi Cincau miliknya, karena sepi permintaan pasar.

Padahal, setiap bulan Ramadhan merupakan waktunya bagi dia selaku produsen Cincau, panen keuntungan.

Saat ini Haris mengaku, sehari hanya mampu memproduksi Cincau  30 kaleng saja. Masing-masing kaleng itu kisaran 15 kilogram (kg) dengan harga jual Rp70 ribu per kalengnya.

BACA JUGA:North West Derby, Ketika Ekonomi dan Sepakbola Bertemu

"Iya, semakin turun pemasarannya dan pruduksi mengikuti. Jika dibandingkan produksi tahun lalu jumlah produksi Ramadhan 1444 H empat kali lipat turunnya," ungkap Haris kepada wartawan, Selasa (28/3/2023).

Haris mengaku, usaha turunan keluarga ini berdiri sejaka tahun 1998. Selama ini berbagai permintaan mulai dari Pasar Tebing Tinggi hingga berbagai pasar di kecamatan lain selalu tinggi setiap tahunnya.

"Untuk tahun ini sangat jauh berkurang permintaan," ujarnya. (dik)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: