Dadipark, Dari Surga Anak-Anak Kini Jadi Tempat Angker
Dadipark, dulu adalah surganya anak-anak di Eropa. Taman hiburan ini pernah menyedot jutaan pengunjung setiap tahunnya. -DISWAY NETWORK-
Pada 2002, Dadipark ditutup dengan alasan renovasi besar-besaran.
Sayangnya, janji itu tak pernah ditepati.
BACA JUGA:Chefchaouen Maroko, Kota Biru yang Penuh Pesona
BACA JUGA:Lapland Finlandia, Negeri Ajaib di Kutub Utara
Taman bermain itu ditinggalkan begitu saja, menjadi mangsa alam dan vandalisme.
Fotografer Kris Van de Sande berhasil mengabadikan sisa-sisa kejayaan yang memilukan.
"Setelah kecelakaan itu, pengunjung makin sedikit. Rencana renovasi cuma isapan jempol," ujarnya.
Upaya menghidupkan kembali Dadipark beberapa kali dilakukan, namun selalu gagal. Alam perlahan mengambil alih, menyelimuti wahana-wahana dengan tanaman liar.
BACA JUGA:Pamukkale Turki, Kastil Kapas yang Ajaib
BACA JUGA:Cappadocia, Negeri Seribu Balon Udara
Bahkan, sejumlah dinding menjadi kanvas bagi para seniman jalanan.
Sebelum akhirnya dihancurkan pada 2012, Dadipark sempat menjadi lokasi favorit para urban explorer.
Kini, kawasan itu tengah disulap menjadi area hiking.
Kisah serupa terjadi di Test Track, sebuah taman bermain di Fort Myers, Florida.
BACA JUGA:Sossusvlei Namibia, Lautan Pasir Merah di Hati Gurun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: