Sejarah Berdirinya Candi Prambanan: Warisan Agung dari Kerajaan Mataram

Sejarah Berdirinya Candi Prambanan: Warisan Agung dari Kerajaan Mataram

Istimewa/internet--

RAKYATEMPATLAWANG.DISWAY.ID - Candi Prambanan, yang terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, adalah salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1991.

Dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh dinasti Mataram, candi ini mencerminkan kejayaan Kerajaan Hindu yang pernah menguasai Jawa Tengah.

Kompleks Candi Prambanan terdiri dari tiga candi utama yang dikenal dengan nama Trimurti, yaitu Candi Brahma, Candi Wisnu, dan Candi Siwa.

Ketiga candi ini dipersembahkan untuk tiga dewa utama dalam agama Hindu: Dewa Brahma sebagai pencipta, Dewa Wisnu sebagai pemelihara, dan Dewa Siwa sebagai pemusnah. 

BACA JUGA:Operasi Patuh Musi 2024 Berakhir, Total 362 Teguran Diberikan, Pengendara Tidak Menggunakan Helem Mendominasi

BACA JUGA:SnapTik, Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark Cukup Copy-Paste

Nama asli dari kompleks ini adalah Siwagrha, yang berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti "Rumah Siwa", menunjukkan bahwa Candi Siwa merupakan fokus utama dari kompleks ini dengan arca Siwa Mahadewa setinggi 3 meter.

Nama Prambanan berasal dari nama desa di mana candi ini berdiri.

Beberapa ahli berpendapat bahwa nama ini berasal dari dialek Jawa yang berarti "Brahman Agung", sering dihubungkan dengan Tuhan dalam agama Hindu.

Alternatif lainnya menyebutkan bahwa "Prambanan" berasal dari kata "mban" yang berarti memikul atau menanggung tugas, merujuk pada para dewa Hindu yang bertugas menata kehidupan rakyat.

BACA JUGA:Respon Cepat Kemenkumham Sumsel Terkait Meninggalnya Narapidana di Lapas Merah Mata

BACA JUGA:Begal Beraksi di Empat Lawang, Pegawai Disdukcapil Jadi Korbannya!

Pembangunan Candi Prambanan dimulai oleh Rakai Pikatan sebagai respons terhadap keberadaan Candi Buddha seperti Borobudur dan Sewu yang terletak tidak jauh dari situ.

Candi ini dibangun sebagai simbol kembalinya kekuasaan keluarga Sanjaya di Jawa dan menandakan perubahan dukungan kerajaan dari Buddha Mahayana ke pemujaan Dewa Siwa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: