Studi Mengejutkan Ungkap Bahwa Anak-anak Lebih Mempercayai Robot Ketimbang Manusia

Ilustrasi. Foto: dok/ist.--
Lebih dari itu, anak-anak juga lebih cenderung memilih robot ketika ditanya tentang siapa yang mereka ingin berbagi rahasia, siapa yang mereka ingin jadikan teman, dan siapa yang mereka ingin menjadi guru.
"Konseptualisasi anak-anak tentang agen yang membuat kesalahan juga berbeda, sehingga manusia yang tidak dapat diandalkan dipilih sebagai melakukan kesalahan dengan sengaja, tetapi tidak untuk robot yang tidak dapat diandalkan. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi anak-anak tentang keandalan robot terpisah dari evaluasi mereka tentang keinginannya sebagai mitra interaksi sosial dan agen yang dianggap," tulis para peneliti.
BACA JUGA:Penemuan Emas di Bengkulu pada 1820-an: Demam Emas dan Misteri Hilangnya Para Penambang
Penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak yang lebih tua lebih percaya kepada manusia dibandingkan dengan anak-anak yang lebih muda, tetapi hanya ketika robot terbukti tidak dapat diandalkan dibandingkan manusia.
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak menganggap robot yang dapat diandalkan lebih dapat dipercaya dibandingkan manusia yang dapat diandalkan.
Penemuan ini berpotensi besar untuk diterapkan dalam bidang pendidikan, terutama di dunia di mana anak-anak semakin dikelilingi oleh teknologi.
Peneliti tidak menanyakan mengapa anak-anak merasa bahwa robot lebih dapat dipercaya dibandingkan manusia.
BACA JUGA:5 Misteri Emas Bengkulu: Mengulik Sebuah Legenda dan Jejak Penemuannya
Selain itu, interaksi melalui video mungkin tidak selalu mencerminkan interaksi di dunia nyata, sehingga diperlukan studi yang melibatkan interaksi langsung untuk mengkonfirmasi hasil ini.
"Apa yang membuat robot lebih disukai masih menjadi pertanyaan terbuka," tulis para peneliti. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: