Bacaan ini memuji Allah sebagai Pemberi Sejahtera dan menyatakan kekuasaan serta kemahakuasaan Allah SWT.
BACA JUGA:Sambut Ramadan, Majelis Dzikir At Thohir Gelar Tabligh Akbar di Empat Lawang
3. Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali:
- Subhaana Allah (Artinya: "Maha Suci Allah")
- Alhamdulillah (Artinya: "Segala puji bagi Allah")
- Allahu Akbar (Artinya: "Allah Maha Besar")
Ucapan ini kemudian digenapkan menjadi seratus dengan bacaan:
لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Lailahaillallah wahdahula syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai-in qadir.
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian, dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa."
BACA JUGA:Malam Tahun Baru, Bupati Ajak Berdzikir dan Berdo'a
4. Membaca Ayat Kursi
Dilanjutkan dengan membaca ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255) yang berisi pengakuan tentang kebesaran Allah SWT dan kuasa-Nya yang meliputi langit dan bumi.
5. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Ketiga surat ini dibaca tiga kali setiap selesai sholat wajib, khususnya setelah sholat Maghrib, berdasarkan hadist shahih.