Transformasi Penyaluran Bantuan Pangan melalui BPNT: Inovasi untuk Kemakmuran Masyarakat

Jumat 15-09-2023,17:37 WIB
Reporter : itdisway
Editor : itdisway

Transaksi dilakukan secara non tunai di e-warong (Elektronik Warung Gotong Royong) yang telah bekerja sama dengan bank penyalur.

Ini termasuk pasar tradisional, warung, toko kelontong, warung desa, Rumah Pangan Kita (RPK), agen bank yang menjual bahan pangan, atau usaha eceran lainnya.

Transparansi transaksi ini memberikan keuntungan besar karena penyalur bantuan dapat memantau jumlah dana yang telah disalurkan, ditarik oleh penerima, serta jumlah dana yang tersisa.

Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) didasarkan pada empat prinsip umum:

BACA JUGA:Legenda Pangeran Samber Nyawa dan Perjuangan di Gunung Gambar

1. Kemudahan akses dan penggunaan oleh KPM.

2. Pilihan dan kendali lebih besar kepada KPM dalam memanfaatkan bantuan.

3. Mendorong pertumbuhan usaha eceran rakyat.

4. Memberikan akses keuangan kepada usaha eceran rakyat dan KPM.

BACA JUGA:3 Jenis Tanaman Penangkal Gangguan Makhluk Halus, Wajib Ada di Halaman Rumah!

Manfaat yang dapat diperoleh dari BPNT sangat signifikan:

1. Meningkatnya ketahanan pangan di tingkat keluarga penerima manfaat.

2. Mendorong transaksi non tunai yang sejalan dengan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang digagas oleh Bank Indonesia.

3. Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan, mendukung Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

4. Peningkatan efisiensi dalam penyaluran bantuan sosial.

BACA JUGA:Griffin dan Garuda: Makhluk Bertubuh Burung dengan Kekuatan Hebat

Kategori :