Bangkai Kapal Berusia 200 Tahun di Inggris Mendapat Perlindungan Pemerintah

Bangkai Kapal Berusia 200 Tahun di Inggris Mendapat Perlindungan Pemerintah

Sebuah bangkai kapal yang tenggelam lebih dari 200 tahun lalu dalam salah satu bencana maritim paling tragis di Inggris kini mendapat perlindungan dari Pemerintah. -DISWAY NETWORK-

Duka yang dialami William terlihat jelas dalam puisi "Elegiac Stanzas", di mana pandangannya yang sebelumnya percaya bahwa alam itu baik dan ramah, berubah menjadi reflektif dan suram setelah kehilangan saudaranya.

Bangkai kapal ini telah dijadwalkan oleh Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga berdasarkan rekomendasi dari Historic England. 

BACA JUGA:Legenda Roro Jonggrang: Asal Usul Candi Prambanan dan Mitos yang Menyelimutinya

BACA JUGA:Mengenal 12 Pahlawan Nasional dari NU, Termasuk Hasyim Asy'ari

Artinya, para penyelam boleh menyelam di lokasi bangkai kapal, tetapi harus meninggalkan isinya di tempat.

Lokasi bangkai kapal ini mencakup papan-papan kayu, rangka, dan perlengkapan seperti pompa rantai dan 'iron knees', yang merupakan penyangga dalam struktur kapal kayu.

Duncan Wilson, kepala eksekutif Historic England, menyatakan, "Bangkai kapal ini memiliki cerita emosional yang mengisahkan tentang kehidupan dan kesedihan salah satu penyair paling terkenal di Inggris, William Wordsworth."

"Tetapi bangkai kapal ini juga memiliki tempat penting dalam sejarah maritim bersama di negara ini, serta bagaimana armada East India Company memberikan dampaknya ke seluruh dunia."

BACA JUGA:10 Film Epik yang Menggambarkan Pertempuran Kerajaan

BACA JUGA:Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit: Dari Kematian Tokoh Berpengaruh Hingga Dominasi Kesultanan Islam

Banyak artefak yang diangkat dari bangkai kapal Earl of Abergavenny kini disimpan di Museum Portland. Chloe Taylor, koordinator museum, menambahkan, "Perairan yang mengelilingi Isle of Portland dikenal berbahaya. 

Banyak kapal yang menjadi korban gelombang yang tak kenal ampun, membeku dalam waktu dengan cerita yang belum terungkap." **

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: