Kisah Kereta Berjalan Tanpa Masinis, Misteri Kereta Api Eksklusif Gajayana: Ketika Ular Besi Berjalan Sendiri

Kereta Api Gajayana.-Istimewa/Internet.-
Namun, empat gerbong di bagian belakangnya malah meneruskan perjalanan sendiri hingga mencapai stasiun Kota Lama.
Peristiwa ini terjadi ketika empat gerbong belakang Kereta Api Gajayana sedang dalam tahap pemeliharaan di Stasiun Kota Baru.
Setelah menyelesaikan perjalanan panjang dari Jakarta menuju Malang, empat gerbong tersebut secara tiba-tiba melaju tanpa adanya masinis atau teknisi di dalamnya.
BACA JUGA:Misteri Tanah Laut Kalimantan Selatan, Kisah Razia Polisi di Jalur Lalu Lintas Gunung Kayangan
Kereta terus berjalan sejauh 2,5 km dan akhirnya memasuki Stasiun Kota Lama.
Petugas stasiun segera melakukan tindakan untuk menghentikan kereta ini.
Namun, meskipun tindakan seperti membelokkan rel dan memasang penghambat roda dilakukan sesuai prosedur, kereta tetap melaju dengan kecepatan yang tidak bisa dihentikan.
Akibatnya, kereta ini menabrak Spoor-box, struktur beton di ujung rel yang seharusnya bisa membuat kereta berhenti.
BACA JUGA:Jejak Sejarah dan Mitos: Misteri di Balik Piramida Sadahurip
BACA JUGA:Wong Samar dalam Kepercayaan Masyarakat Bali, Makhluk Tak Terlihat Penjaga dan Pengganggu
BACA JUGA:Misteri Makhluk Bersayap di Pantai Kuta Bali yang Sering Bergentayangan
Sayangnya, usaha ini tidak membuahkan hasil, dan kereta terus bergerak hingga menabrak rumah-rumah di bantaran rel kelurahan Ciptomulyo.
Peristiwa ini menimbulkan satu korban jiwa dan merusak tiga rumah penduduk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: