Misteri Cinta Abadi: Keajaiban Pernikahan Gaib di Berbagai Belahan Dunia

Misteri Cinta Abadi: Keajaiban Pernikahan Gaib di Berbagai Belahan Dunia

Istimewa--

BACA JUGA:Daftar 5 Kisah Legendaris Anak Durhaka pada Ibu, Ada Si Lancang, Bikin Geram

Praktik pernikahan semacam ini masih berlanjut di Prancis, sering kali terkait dengan cerita yang menyentuh hati.

Misalnya, pada tahun 2009, seorang wanita bernama Magali Jaskewicz menikahi tunangannya yang telah meninggal, Jonathan George, yang juga ayah dari dua anak perempuannya.

4. Sudan

Di kalangan Suku Nuer di Sudan Selatan, pernikahan gaib memiliki karakteristik khusus. Ketika seorang pria meninggal tanpa keturunan laki-laki, kerabat laki-lakinya sering kali menikahi istri yang ditinggalkan oleh pria yang telah meninggal.

BACA JUGA:Legenda Sepasang Batu di Tepi Danau Laut Tawar Aceh

Ayah biologis pria tersebut kemudian berperan sebagai suami secara sosial, tetapi arwah pria yang telah meninggal dianggap sebagai ayah secara hukum.

Praktik semacam ini sering kali terjadi ketika pria Nuer meninggal akibat pertikaian, dan tujuannya adalah untuk melindungi harta dan garis keturunan dari pria yang telah meninggal. 

Dalam pernikahan gaib ini, janda menerima pembayaran, termasuk uang darah dari orang yang bertanggung jawab atas kematian suaminya, serta pembayaran dalam bentuk ternak yang dulunya dimiliki oleh suami yang telah meninggal.

Praktik ini berfungsi sebagai cara untuk menjaga ketertiban sosial melalui redistribusi harta dan kekayaan.

5. Amerika Serikat

BACA JUGA:Daftar 5 Kisah Legendaris Anak Durhaka pada Ibu, Ada Malin Kundang

Di kalangan penganut Mormonisme di Amerika Serikat, konsep pernikahan dianggap sebagai ikatan abadi, sementara kematian dianggap sebagai momen singkat dalam perjalanan roh.

Dalam pandangan ini, ikatan pernikahan memiliki keberlakuan bagi pasangan tidak hanya selama hidup di dunia ini, tetapi juga setelah kematian, asalkan pasangan tersebut hidup sesuai dengan tafsiran Gereja Orang Suci Zaman Akhir (OSZA) terhadap ajaran Yesus Kristus.

Para penganut Mormon meyakini bahwa pernikahan dapat berlanjut dalam kehidupan setelah kematian, sehingga upacara pernikahan dapat dilakukan bagi individu yang sudah meninggal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: