Mengenal Drs Jon Heri, Kabid SMP Dikbud Kabupaten Empat Lawang

Mengenal Drs Jon Heri, Kabid SMP Dikbud Kabupaten Empat Lawang

Guru adalah salah satu pekerjaan yang sangat mulia dibilang berat iya dibilang ringan juga iya karena guru adalah penentu nasib dari anak didiknya Guru bisa membelokkan pikiran membelokkan karakter mengubah yang baik jadi buruk yang buruk jadi baik yang bengkok jadi lurus yang lurus jadi bengkok karena guru di dalam kelas ataupun di luar kelas tugasnya ialah menanamkan karakter anak Beban guru sangatlah besar mau jadi apa karakter seorang anak dapat ditentukan oleh seorang guru Oleh sebab itu hendaknya seorang guru khususnya yang ada di Kabupaten Empat Lawang agar dapat mengarahkan anak didiknya ke arah yang baik Itulah sekilas narasi tentang seorang guru yang disampaikan oleh Drs Jon Heri selaku Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dikbud Kabupaten Empat Lawang Kenali lebih jauh tentang sosok seorang Drs Jon Heri melalui tulisan di bawah ini Anita Silvia Empat Lawang Jon Heri menjabat sebagai Kabid SMP Dikbud Kabupaten Empat Lawang Sebelum ada pada posisinya banyak sekali cerita yang ia lalui Drs Jon Heri adalah anak pertama dari tujuh saudara Lahir dari pasangan suami istri bernama bapak Sarkowi Alm dan ibu Rusdiana Saat ini ia dan istrinya memiliki dua orang anak Anak pertama menjadi Polisi di Kabupaten Empat Lawang dan anaknya yang keduanya perempuan menjadi mahasiswi di Poltekes Bengkulu Jon Heri menamatkan pendidikan SD pada tahun 1982 di Desa Tanggaraso Kecamatan Sikap Dalam yang dulu masih Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Lahat sebelum menjadi Kabupaten Empat Lawang Kemudian menamatkan pendidikan di SMP N 15 Plaju Kota Palembang tahun 1985 Setelah itu melanjutkan pendidikan SMA kelas 1 di SMA N 4 Plaju Palembang dikarenakan tinggal kelas maka ia pindah ke SMA N 3 Palembang dan tamat tahun 1989 Dirasa kondisi lingkungan di Palembang kurang stabil usai empat tahun menuntut ilmu di jenjang SMA Jon Heri mencoba peruntungan merantau ke tanah Jawa dengan menjadi mahasiswa di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi STIA Malang yang mana kampus tersebut merupakan binaan dari Universitas Brawijaya Kota Malang Semasa kuliah Jon Heri mendapatkan jatah kiriman uang dari orang tuanya sebesar Rp 40 000 sebulan sekali kadang juga tiga bulan sekali Dalam kondisi yang demikian Jon Heri memutar otaknya untuk bisa menambah penghasilan Pernah ia berjualan ikan di pasar sering juga membantu temannya membuat pembukuan hotel dan membuatkan skripsi teman temannya yang menempuh pendidikan program ekstensi Semasa kuliah Jon Heri menjadi mahasiswa yang cerdas di bidang akademik dan non akademik Di kelas Jon Heri selalu masuk rangking tiga besar Sementara untuk non akademik Jon Heri aktif di organisasi mahasiswa pecinta alam menjadi Ketua Senat Mahasiswa dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa serta beberapa kali menjadi ketua pelaksana dalam penerimaan mahasiswa baru Ia berhasil menamatkan pendidikan kuliah lebih cepat yakni 160 SKS diselesaikan dalam waktu 3 5 tahun Usai ujian komprehensif Jon Heri memutuskan pulang sebentar ke Kecamatan Ulu Musi Di sana ayahnya mengarahkan Jon Heri untuk mengikuti tes CPNS di Provinsi Bengkulu dengan kemungkinan diterima lebih besar Belum lama pulang kampung Jon Heri mendapatkan telegram dari salah satu perusahaan besar di Pasuruan Saya memutuskan untuk memilih bekerja di perusahaan besar yang ada di Pasuruan Saya bilang ke ayah saya bahwa kalau ada rejeki lebih baik digunakan untuk membiayai adik adik saja ujar Jon Heri Dikarenakan sepak terjangnya yang aktif di kampus pihak yayasan STIA menilai dirinya aktif di bidang akademik dan organisasi maka selesai ujian komprehensif belum wisuda ia langsung ditarik oleh salah satu perusahaan industri terkemuka di Pasuruan dan menjadi Kepala Bagian Pengadaan dan Pergudangan Tidak banyak orang yang bisa diterima di perusahaan besar Saya sangat idialis menerapkan ilmu yang dipelajari semasa kuliah tapi ternyata ada banyak masalah yang harus saya hadapi Di situlah saya menyadari ternyata idialis yang dipegang tak bisa diterapkan di lapangan saya menjadi korban dalam lingkungan pekerjaan sehingga memutuskan untuk berhenti dari perusahaan itu kata Jon Heri Tak lama keluar dari perusahaan yang ada di Pasuruan Jon Heri langsung ditarik ke salah satu perusahaan pelayaran terkemuka di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Di sana Jon Heri melihat kerasnya orang orang yang bekerja di pelayaran Ia bertahan selama satu tahun bekerja di pelayaran karena dirasa lingkungan tersebut tak sesuai dengan hati nuraninya Usai mengundurkan diri dari perusahaan pelayaran Jon Heri memutuskan untuk mudik ke Palembang Sebelum sampai ke Palembang Jon Heri mampir ke Jakarta Di sana sudah ada rekannya yang mau memberikan fasilitas untuk bekerja di salah satu perusahaan besar Tawaran pekerjaan di Jakarta sudah ada saya memutuskan untuk pulang dulu ke Palembang dan meminta restu untuk bekerja di perusahaan yang ditawarkan ujarnya Ketika sampai di Kota Palembang ternyata takdir berkata lain Jon Heri bertemu dengan wanita cantik yang sekarang menjadi istrinya Akhirnya pada tahun 1998 Jon Heri memutuskan menikah dan mengurungkan niatnya untuk bekerja di Jakarta Perjuangan sebenarnya pun baru dimulai karena ia harus menghidupi keluarganya Jon Heri mengikuti tes Program Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan PSP3 lulus ditugaskan di Sekayu di Kecamatan Bandar Jaya selama dua tahun sesuai dengan kontrak Selama di Palembang Jon Heri pernah ikut tes calon pegawai muda Bank Indonesia sentral Palembang untuk Sumbagsel Sudah memasuki tahapan tiga besar namun karena ketika tes kesehatan ada batu ginjal sebesar pentol korek api jadi ia tidak lulus Juga serangkaian tes di bank bank lainnya yang juga tidak lulus Sementara untuk tes CPNS sama sekali tak terpikir olehnya karena background pendidikannya administrasi bisnis yang memang dicetak bukan untuk memberatkan pemerintah melainkan untuk meringankan pemerintah Namun pada akhirnya takdir lagi lagi berkata lain Meski ia tak ingin menjadi PNS ternyata pada tahun 2008 ia lulus tes CPNS Akhirnya ia memutuskan untuk menjalani takdir yang sudah Allah tentukan Jon Heri tugas di Kecamatan Tebing Tinggi di bagian Tata Pemerintahan Tapem Tak lama ia pindah ke bagian humas protokol dari tahun 2008 2010 Dilanjutkan pada tahun 2010 13 menjadi Kasubag TU di Pasar Pendopo Dari tahun 2013 2017 ia menjadi kepala UPTD pendidikan Kecamatan Pendopo Di tahun 2017 2018 ia menjadi kepala UPTD Pendidikan di Kecamatan Pendopo Barat Pada tahun 2018 sempat menjabat sebagai Kepala UPTD Pendidikan di Kecamatan Lintang kanan Tak lama di akhir 2018 Jon Heri menjadi Kabid SMP Dikbud Kabupaten Empat Lawang Amanah ini berat Tapi saya yakin saya mampu Untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat Empat Lawang seperti pers guru pemuda agar membantu program program pendidikan di Kabupaten Empat Lawang untuk menuju Empat Lawang yang Madani tutup Jon Heri Ian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: