Ia menegaskan bahwa industri sawit nasional telah terbukti tahan banting di tengah berbagai tantangan global dan tetap menjadi sektor strategis bagi ekonomi Indonesia.
BACA JUGA:Kejari Lahat Pulihkan Keuangan Daerah Rp 2,5 Miliar dari Dana Desa dan Proyek Pembangunan
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Resmikan Empat Jembatan Beton Penghubung Mura-Pali
Namun, ia juga mengingatkan bahwa industri sawit masih menghadapi isu besar, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan.
Oleh karena itu, GAPKI berkomitmen untuk terus mendorong praktik perkebunan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua GAPKI Sumsel periode 2024-2029, Alex Sugiarto, menegaskan bahwa kepengurusannya akan fokus pada:
Peningkatan kesejahteraan tenaga kerja, termasuk memastikan upah sesuai standar minimum.
Kemitraan dengan petani plasma, termasuk mendorong investasi dalam perkebunan plasma.
BACA JUGA:Sekda Sumsel Hadiri Safari Ramadhan 1446 H, Tekankan Stabilitas Harga dan Keamanan Daerah
BACA JUGA:Harga Bahan Pokok di Pasar Pagaralam Stabil Menjelang Lebaran
Ketahanan pangan, melalui dukungan terhadap penanaman jagung dan padi di lahan potensial.
Pencegahan kebakaran hutan, melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, LSM, dan masyarakat.
"Kami ingin menciptakan ekosistem industri sawit yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Sumatera Selatan," ujar Alex Sugiarto.
Pelantikan ini menjadi langkah awal menuju masa depan industri sawit Sumsel yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
BACA JUGA:Polres Lahat dan Disperindag Gelar Sidak BBM di SPBU, Pastikan Kualitas dan Takaran Sesuai Standar
Dengan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, diharapkan industri sawit semakin memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.