
Bangunan bergaya kolonial Belanda memiliki beberapa ciri khas yang mendukung suhu sejuk di dalamnya.
BACA JUGA:Evaluasi Jabatan Triwulan IV: Pj Bupati Empat Lawang Ajak Pegawai Aktif Menanam di Pekarangan Rumah
BACA JUGA:8 Alasan Mengapa Memotret di Rumah Sakit Dilarang
Berikut adalah beberapa karakteristik utama.
1. Dinding Tebal
Dinding pada bangunan kolonial rata-rata memiliki ketebalan antara 15 hingga 30 cm. Ketebalan ini memperlambat panas dari matahari untuk masuk ke dalam bangunan.
2. Atap Perisai
BACA JUGA:Kebakaran Hebat di Desa Lingge Pendopo Barat, 10 Rumah Terdampak dengan Kerugian Capai Rp1 Miliar
BACA JUGA:Misteri Rumah Sakit di Jakarta, Cerita Mistis yang Menyertai Sejarah Medis
Atap berbentuk perisai atau limasan, diadaptasi dari rumah tradisional Jawa, membantu menciptakan ruang udara yang cukup antara atap dan plafon.
Dengan demikian, panas tidak langsung menyentuh ruangan di bawahnya.
3. Ventilasi dan Jendela Berlapis
Penggunaan jendela berlapis ganda serta jalusi atau krepyak membantu udara segar masuk ke dalam rumah.
BACA JUGA:Kebakaran Rumah Panggung Berusia Puluhan Tahun di Baturaja, Vespa Antik Turut Terbakar!
BACA JUGA:Misteri Rumah Kosong Bekas Bidan Aborsi yang Berhantu
Pintu dengan lubang angin juga merupakan ciri arsitektur tropis, yang dirancang khusus agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.