Profil dan Sejarah Kota Singkawang di Balik Keberadaan Amoy dan Festival Cap Go Meh

Rabu 27-12-2023,19:52 WIB
Reporter : Adi Candra
Editor : Adi Candra

Menurut data tahun 2014 dari Kementerian Agama, terdapat sekitar 704 wihara di kota Singkawang. 

Wihara-wihara ini memiliki arsitektur yang indah dan beragam, yang mencerminkan keberagaman budaya dan kepercayaan di kota Singkawang.

2. Kota Toleransi

Kota Singkawang juga dikenal sebagai kota yang memiliki toleransi yang tinggi antara umat beragama. 

BACA JUGA:Balikpapan: Pusat Produksi Minyak Indonesia di Kalimantan Timur

Di kota Singkawang, terdapat berbagai agama dan kepercayaan, seperti Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Konghucu, Hindu, dan Kaharingan. 

Masyarakat kota Singkawang hidup rukun dan saling menghormati, tanpa ada konflik atau diskriminasi. 

Kota Singkawang mendapatkan penghargaan Kota Paling Toleran di Indonesia tahun 2018 dari Setara Institute.

3. Kota Amoy

BACA JUGA:Lamandau Dimana? Sensasi Eksplorasi Alam Destinasi Terbaru yang Wajib Kamu Kunjungi di Kalimantan Tengah

Kota Singkawang juga dikenal sebagai kota Amoy, yaitu sebutan untuk orang-orang Tionghoa yang berasal dari daerah Xiamen, Fujian, Tiongkok Selatan. 

Orang-orang Amoy merupakan salah satu etnis Tionghoa yang mendominasi kota Singkawang, selain etnis Hakka dan Teochew. 

Orang-orang Amoy memiliki budaya dan bahasa yang khas, yang masih dipertahankan hingga saat ini. 

Salah satu budaya Amoy yang terkenal adalah festival Cap Go Meh, yang dirayakan setiap tahun pada hari ke-15 bulan pertama kalender Imlek. (*)

Kategori :