Apple Ambil Tindakan Tegas Menghapus Aplikasi Kontroversial dari App Store

Apple Ambil Tindakan Tegas Menghapus Aplikasi Kontroversial dari App Store

Apps Store.--

RAKYATEMPATLAWANG.DISWAY.ID - Apple telah mengambil langkah berani dengan menghapus sejumlah aplikasi kontroversial dari App Store yang dituduh mampu membuat gambar telanjang tanpa persetujuan pengguna.

Tindakan ini menunjukkan kesediaan perusahaan untuk menangani kategori aplikasi berbahaya yang dapat merugikan pengguna.

Kecerdasan Buatan (AI) generatif, yang digunakan untuk membuat gambar berdasarkan perintah, telah menjadi alat yang sangat berguna dalam industri fotografi dan desain.

BACA JUGA:Lubang Kolam: Misteri di Balik Kengerian Tempat yang Menyeramkan

Namun, teknologi ini juga rentan disalahgunakan untuk membuat gambar palsu dan pornografi yang tidak diinginkan.

Meskipun demikian, Apple sebelumnya terlihat kurang proaktif dalam menangani masalah ini.

Dilansir dari Apple Insider, laporan dari 404 Media mengungkapkan keberadaan sejumlah aplikasi penghasil gambar AI di App Store, yang secara spesifik dapat membuat gambar telanjang tanpa persetujuan.

BACA JUGA:Hasil MPL ID S13: ONIC Esports Balaskan Dendamnya Atas Dewa, Bigetron Alpha Masih Tangguh di 'Derby STM'

Beberapa aplikasi tersebut menawarkan fitur-fitur seperti penukaran wajah pada gambar-gambar dewasa, bahkan mampu menanggalkan pakaian dari subjek foto, tanpa memperhatikan privasi atau persetujuan pengguna.

Setelah mendapatkan informasi tentang aplikasi-aplikasi ini dan iklan terkait, Apple mengambil langkah tegas dengan menghapus tiga di antaranya dari App Store.

Tindakan serupa juga diambil oleh Google, yang menghapus aplikasi-aplikasi tersebut dari Play Store.

BACA JUGA:Waspada! Ini Ciri-ciri Ponsel Terkena Malware, Berikut Langkah-Langkah Pengamananya

Meskipun langkah ini dianggap sebagai kabar baik, masih ada beberapa masalah yang perlu diselesaikan.

Sebelumnya, Apple tidak berhasil melarang aplikasi-aplikasi tersebut sebagai bagian dari proses Peninjauan App Store, dan hanya bisa mengambil tindakan setelah diberitahu oleh pihak ketiga tentang keberadaan aplikasi berbahaya tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: