Iklan Pemkab

Tragis! Diduga Culik Anak di Rejang Lebong, Warga Palembang Tewas Diamuk Massa

Tragis! Diduga Culik Anak di Rejang Lebong, Warga Palembang Tewas Diamuk Massa

Tragis! Diduga Culik Anak di Rejang Lebong, Warga Palembang Tewas Diamuk Massa:ist/net--

RAKYATEMPATLAWANG.DISWAY.ID - Warga Desa Lubuk Belimbing II, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu digegerkan dengan aksi dugaan penculikan anak yang terjadi pada Senin pagi, 27 April 2026 sekitar pukul 07.30 WIB.

Peristiwa ini berujung tragis setelah salah satu terduga pelaku, Pirman Wahyudi (56), warga Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Kota Palembang, tewas diamuk massa.

Sementara satu pelaku lainnya, Sahda (60), berhasil diamankan aparat kepolisian.

Kapolsek Kota Padang, Iptu Medi, menjelaskan bahwa korban adalah seorang anak berinisial DA (4), warga setempat. Kejadian bermula saat korban hendak pergi ke warung seorang diri.

BACA JUGA:Harga TV Android 2026 Kian Terjangkau, Mulai Rp3 Jutaan Sudah Canggih

BACA JUGA:Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Empat Lawang Tegaskan Komitmen Pembinaan Humanis

“Pelaku datang dari belakang, memeluk korban, lalu mencoba membawanya pergi ke arah hutan. Korban sempat memberontak dan menangis, namun kembali ditangkap oleh pelaku,” ungkap Kapolsek.

Aksi tersebut diketahui warga yang langsung berteriak meminta pertolongan.

Mendengar teriakan itu, warga sekitar segera keluar rumah dan melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.

“Kedua pelaku berhasil diamankan warga. Namun, salah satu pelaku meninggal dunia akibat amukan massa,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku yang selamat langsung diamankan dan dibawa ke Polres Rejang Lebong untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

BACA JUGA:Semarak Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Pegawai Lapas Empat Lawang Adu Strategi di Lomba E-Sport

BACA JUGA:TV Android Murah 2026 Makin Diminati, Ini Pilihan Terbaik untuk Keluarga

Korban sendiri berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit di Kota Lubuk Linggau untuk mendapatkan perawatan medis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: