Selain itu, lanjut Hery, perbankan juga meningkatkan disiplin penyaluran kredit melalui
pendekatan risk-based pricing, menjaga kecukupan likuiditas melalui optimalisasi rasio
liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NFSR), serta mengelola eksposur
nilai tukar secara lebih konservatif melalui strategi lindung nilai dan pengendalian posisi
devisa neto.
“Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal
tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” tambahnya.
BACA JUGA:Tips Maksimalkan Penggunaan Nokia T20 untuk Aktivitas Harian
BACA JUGA:Analisis: Kelebihan dan Kekurangan Nokia T20 di Pasar Tablet Murah
Dengan bauran kebijakan tersebut, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan
mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik, meskipun tekanan eksternal
berpotensi meningkat dalam jangka pendek hingga menengah.