Kehadiran OV52A membuktikan bahwa kamera 200MP kini bisa hadir tanpa harus mengorbankan efisiensi energi.
4. Sony LYT-901 – Sensor 200MP untuk Flagship Premium
Sony turut meramaikan persaingan lewat sensor stacked CMOS LYT-901 berukuran besar 1/1,12 inci yang ditujukan khusus untuk smartphone flagship premium.
Sensor ini dibekali teknologi Quad-Quad Bayer Coding, autofokus di seluruh piksel, serta pemrosesan AI langsung di dalam sensor.
Keunggulan utamanya adalah kemampuan in-sensor zoom hingga 4×, memungkinkan hasil foto tetap tajam tanpa terlalu bergantung pada kamera telefoto tambahan.
Beberapa smartphone yang diprediksi akan mengadopsi sensor ini antara lain OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra.
Sensor Lama Mulai Tergeser, Era Baru Kamera Dimulai
Samsung sebenarnya masih memiliki sensor ISOCELL HP2 dan HP3, namun keduanya mulai ditinggalkan pada 2026.
BACA JUGA:Infinix Zero Fold, HP Lipat Value for Money dengan Layar Besar dan RAM Lega
BACA JUGA:Tak Lagi Mahal! 5 HP Lipat Termurah 2026 Tawarkan Desain Futuristik dan Spek Kelas Atas
Sensor-sensor lama tersebut perlahan digantikan oleh HP5, HPB, dan HPE yang menawarkan efisiensi daya lebih baik serta kemampuan AI yang lebih canggih.
Sebagai contoh, Galaxy Z TriFold masih menggunakan HP2, sementara HONOR 500 dan Magic 8 Pro mengandalkan HP3.
Namun, tren industri menunjukkan bahwa generasi baru sensor 200MP kini lebih diminati oleh produsen.
Dampak Besar bagi Fotografi Smartphone 2026
Masifnya adopsi sensor kamera 200MP di tahun 2026 menandakan bahwa teknologi kamera smartphone semakin matang.
Produsen kini memadukan resolusi tinggi, efisiensi daya, dan kecerdasan AI untuk menghadirkan kualitas foto terbaik di seluruh kelas harga.