“Tanpa spektrum yang cukup dan dikelola optimal, percepatan 5G akan terhambat, dan target 60 Mbps sulit tercapai,” jelasnya.
4G Diperkuat, 5G Dipercepat
Selama beberapa tahun terakhir, Telkomsel mencatat tren positif peningkatan kualitas jaringan.
BACA JUGA:Xiaomi 17 Pro Hadir di 2026, Usung Performa Gahar dan Kamera Leica
BACA JUGA:Xiaomi 17 Pro Hadir di 2026, Usung Performa Gahar dan Kamera Leica
Modernisasi 4G dan implementasi 5G secara terukur telah mendorong lonjakan kecepatan akses internet di berbagai wilayah.
Ke depan, Telkomsel berkomitmen untuk terus:
Mengoptimalkan jaringan 4G eksisting
Memperluas cakupan 5G secara bertahap
Menjaga kualitas layanan di daerah padat maupun terpencil
Langkah ini diyakini akan menjadi tulang punggung percepatan transformasi digital nasional.
Birokrasi dan Beban Regulasi Masih Jadi Tantangan
Selain spektrum, Telkomsel menyoroti pentingnya penyederhanaan perizinan dan kepastian Right of Way (ROW) untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Proses perizinan yang berbelit dinilai masih menjadi penghambat ekspansi jaringan.
Tak hanya itu, beban biaya regulasi industri telekomunikasi juga perlu dievaluasi.
Menurut Fahmi, penyesuaian beban finansial akan menciptakan ruang investasi yang lebih sehat dan mendorong percepatan pembangunan jaringan.