Orang tua perlu memberikan dukungan dalam proses ini dengan mendengarkan dan membantu mereka memahami perasaan mereka.
4. Pengawasan terhadap Kekerasan: Konten yang terlalu kasar atau perilaku agresif perlu diawasi dan ditegur.
Orang tua memiliki peran penting dalam mengarahkan anak untuk memilih konten yang lebih positif dan konstruktif.
5. Pengembangan Kemampuan Sosial: Melalui bermain dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya, anak laki-laki dapat mengasah kemampuan sosialnya.
Orang tua dapat membantu mereka dalam memahami pentingnya kerja sama dan kepedulian terhadap orang lain.
BACA JUGA:Berikut Manfaat Konsumsi Buah untuk Perkembangan Otak Anak
6. Komunikasi Terbuka: Membuka saluran komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak sangat penting.
Anak perlu merasa nyaman untuk berbicara tentang pengalaman dan masalah yang mereka hadapi di luar rumah.
7. Membentuk Perilaku Baik dan Empati: Menanamkan nilai-nilai seperti kesopanan, kebaikan, dan empati sangatlah penting. Contoh yang diberikan oleh orang tua, terutama ayah, menjadi model yang kuat bagi anak untuk meniru perilaku yang baik dan mengembangkan empati terhadap orang lain.
Peran Lingkungan dalam Pembentukan Karakter
Selain dari interaksi di rumah, lingkungan sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler juga berperan besar dalam membentuk karakter anak.
Memfasilitasi minat dan bakat mereka serta memberikan kesempatan untuk mengasah keterampilan sosial dan kepemimpinan akan sangat mendukung proses pembentukan karakter yang baik.
BACA JUGA:Kapan Usia Anak-anak Telah Baligh, Kenali Ciri-cirinya
Dengan mengikuti panduan-panduan ini, orang tua dapat mengarahkan anak laki-laki mereka untuk tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, berempati, dan memiliki integritas.
Ini bukan hanya investasi dalam masa depan mereka sendiri, tetapi juga dalam pembangunan masyarakat yang lebih baik dan berdaya saing tinggi di masa yang akan datang.(*)