5 Tempat Peninggalan Penjajah Paling Angker di Indonesia

Minggu 03-09-2023,06:51 WIB
Reporter : Adi Candra
Editor : Adi Candra

Dengan arsitektur Belanda yang megah, bangunan ini menyimpan banyak cerita seram.

Bahkan penjaga museum sering mencium bau darah yang aneh dan melihat penampakan noni-noni Belanda di dalamnya.

Lawang Sewu (Semarang, Jawa Tengah)

Jika Anda pernah berkunjung ke Semarang, Anda pasti familiar dengan Lawang Sewu yang ikonik.

BACA JUGA:Hotel Majapahit Surabaya: Kesaksian Misterius pada Perjuangan Kemerdekan, Ada penampakan Hantu Belanda Berdans

Bangunan ini dijuluki "Seribu Pintu" karena jumlah jendela yang tak terhitung.

Konon, penjara bawah tanah dan lantai teratas bangunan ini dihuni oleh hantu-hantu dari era penjajahan, menciptakan aura misterius yang tak terlupakan.

Batavia Café (Ibu Kota, Jakarta)

Kafe ini berada di sekitar Museum Fatahillah dan masih mempertahankan desain Belanda yang kental.

BACA JUGA:Kisah Perjuangan di Hotel Yamato Surabaya, Turunkan Bendera Belanda Robek Bagian Biru Kemudian Dibuang

Terdapat legenda tentang lorong penjara bawah tanah yang menghubungkannya dengan Museum Fatahillah.

Beberapa penampakan wanita, termasuk noni-noni Belanda dan wanita pribumi, sering dilaporkan terlihat di tempat ini, menambah kesan angkernya.

Hotel Salak Heritage (Bogor, Jawa Barat)

Hotel ini dibangun pada zaman penjajahan Belanda pada 1856. Nama "Salak" diberikan karena lokasinya di bawah kaki Gunung Salak.

BACA JUGA:Hotel Majapahit Surabaya: Kesaksian Misterius pada Perjuangan Kemerdekan, Ada penampakan Hantu Belanda Berdans

Awalnya, hotel ini menjadi tempat pertemuan para elit dan petinggi Belanda. Namun, selama pendudukan Jepang, hotel ini berfungsi sebagai markas polisi militer Jepang.

Kategori :