Nvidia dan Nokia Bersekutu Bangun Pusat Data Cloud dan AI, Investasi Tembus Rp16,7 Triliun
Nvidia dan Nokia Bersekutu Bangun Pusat Data Cloud dan AI, Investasi Tembus Rp16,7 Triliun:ist/net--
RAKYATEMPATLAWANG.DISWAY.ID – Nokia kembali menegaskan kebangkitannya di industri teknologi global melalui kemitraan strategis dengan Nvidia.
Dua raksasa teknologi ini sepakat membangun pusat data untuk komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (AI), dengan nilai investasi mencapai US$1 miliar atau setara Rp16,7 triliun.
Kerja sama tersebut menandai transformasi besar Nokia, dari produsen ponsel yang sempat tergerus disrupsi iPhone dan ekosistem Android, menjadi penyedia infrastruktur jaringan, pusat data, serta teknologi pendukung AI.
Dalam kemitraan ini, Nvidia dikabarkan mengakuisisi sekitar 2,9 persen saham Nokia, sebagaimana dilaporkan Financial Times pada awal pekan ini.
BACA JUGA:7 HP Tipis Terbaik Tahun 2026: Desain Ramping, Spek Naik Kelas, Harga Mulai Rp3 Jutaan
Nokia mengandalkan keunggulan teknologi jaringan optik dan sistem pengelolaan data untuk memperkuat posisinya dalam pengembangan infrastruktur AI.
Sementara itu, Nvidia melihat kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan di sektor telekomunikasi global.
Manajemen Nvidia menyebutkan bahwa sinergi dengan Nokia akan membantu operator telekomunikasi meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus membuka jalan bagi penerapan jaringan berbasis AI secara lebih luas.
Presiden dan CEO Nokia, Justin Hotard, menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi kunci keberlangsungan perusahaan.
“Nokia memiliki warisan panjang dalam beradaptasi. Kemampuan untuk bergeser dan menyesuaikan diri sudah menjadi bagian dari DNA Nokia,” ujar Justin Hotard, Selasa (6/1/2026).
BACA JUGA:Tak Terkalahkan! All New Honda Vario Max 160 2026 Disebut Siap Tantang Yamaha Aerox
BACA JUGA:POCO X7 5G Jadi Pilihan Seimbang untuk Gaming dan Harian di Awal 2026
Langkah Nokia memasuki sektor infrastruktur AI juga diperkuat oleh ekspansi sebelumnya melalui akuisisi Infinera, perusahaan jaringan optik asal Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
